Teks Editorial "Antisipasi Banjir di Jakarta Timur"

Nama : Shenny

Kelas : XII AK


Antisipasi Banjir di Jakarta Timur


Pernyataan pendapat/tesis

Jakarta memiliki jumlah penduduk yang padat sehingga lahan serapan sangat sedikit. Selain padatnya jumlah penduduk, masyarakatnya juga kurang teredukasi mengenai masalah kesehatan lingkungan. Kota Jakarta Timur mengeruk empat waduk untuk mengantisipasi banjir di permukiman penduduk kawasan Jakarta Timur akibat hujan lokal maupun luapan sungai. Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, M Anwar, mengatakan salah satu waduk itu adalah Ria Rio di Jalan Pulo Mas Utara, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung.


Argumentasi

M Anwar mengatakan waduk seluas 26 hektare itu sedang diperdalam hingga 3-5 meter sebelum banjir tiba. "Saya akan koordinasikan dengan dinas terkait, Sumber Daya Air, agar dipercepat penyelesaiannya," kata Anwar di Jakarta, seperti dilansir Antara, Jumat (25/9/2020). Pengerukan waduk yang berjalan sejak Maret 2020 itu melibatkan 15 eskavator untuk mengeruk lumpur yang mengendap. Berikutnya adalah Waduk Pilar Jati di Jalan Wirajati RW07 Kelurahan Cipinang Melayu seluas 8.052 meter persegi dan aset Dinas Kehutanan seluas 1.411 meter persegi. "Saat ini kita perdalam lima meter. Diperkirakan mampu menampung volume air sebanyak 25.000 meter kubik," kata Anwar. Normalisasi Waduk Pilar Jati sudah mencapai 30 persen dengan target penyelesaian pada Oktober 2020.


Penegasan ulang pendapat (reiteration)

Selain di Jakarta Timur , banjir-banjir di daerah lain juga disebabkan oleh hal yang serupa. Maka dari itulah, perlu sekali kesadaran masyarakat bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati. Jangan kemudian ketika sudah banjir baru jera dan ketika musim kemarau diulangi kembali.



Sekian dan Terima Kasih



Comments

Post a Comment